Selasa, 27 April 2010

Makalah ASKEB I

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Asuhan kehamilan adalah asuhan yang diberikan pada ibu hamil mulai konsepsi sampai dengan bayi lahir dengan selamat. Asuhan kehamilan dilakukan sejak ibu terlambat haid, sejak ibu merasa hamil dan sejak ibu pasti hamil. (Purwita, 2009).
Diagnosa kehamilan pada trimester pertama dan trimester kedua didasarkan pada presumsi dan tanda kehamilan yang mungkin. Kehamilan terlihat ketika terdapat tanda-tanda positif yang dapat diamati. Sejarah, fisik pelvic dan penemuan laboratorium yang mendasari data itu digunakan untuk membuat suati hasil diagnoda kehamilan secara rinci dihubungkan dengan presumsi, kemungkinan dan tanda kehamilan positif. (Varney, 2003).
Berikut tanda-tanda kehamilan :
1. Tanda kemungkinan
a) Amenorea (terlambat datang bulan)
b) Mual (nausea) dan muntah (emesis)
c) Ngidam
d) Sinkope (pingsan)
e) Payudara tegang
f) Sering miksi
2. Tanda tidak pasti
a) Rahim membesar, sesuai tuanya kehamilan
b) Pada pemeriksaan dalam dijumpai :
1) Tanda Hegar (servik lunak)
2) Tanda Chadwick (kebiru-biruan pada vagina)
3) Tanda Piscaseks (uterus membesar ke salah satu jurusan)
4) Kontraksi Braxton Hicks (uterus berkontraksi jika dirangsang)
5) Teraba ballotement (lentingan janin)
c) Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif. Sebagian kemungkinan positif palsu.
3. Tanda pasti
a) Gerakan janin dalam rahim, 18 minggu (primigravida) dan 16 minggu (multigravida).
b) Terlihat/teraba gerakan janin dan bagian-bagian janin. Pemeriksaan dengan rontgen untuk melihat kerangka janin.
c) Denyut jantung janin dapat didengar dengan stetoskop laenec (18-20 minggu), alat kardiografi, alat doppler dan dilihat dengan ultrasonografi. (Manuaba, 1999).
B. Tujuan Asuhan Kehamilan
Baru setengah abad ini diadakan pengawasan wanita secara teratur dan tertentu. Dengan usaha ini ternyata angka mortbiditas dan mortalitas ibu dan bayi jelas menurun. Pada pengawasan wanita hamil hubungan dan pengertian baik antara bidan dan wanita hamil tersebut harus ada. Sedapt mungkin wanita tersebut diberi pengertian sedikit tentang kehamilan yang sedang dikandungnya. (Prawiroharjo, 2006).
Tujuan asuhan kehamilan, yaitu :
1. Mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik dan mental ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan gizi dan proses kelahiran bayi.
2. Mendeteksi dan menatalaksakan komplikasi medis, bedah/obstetri selama kehamilan.
3. Mengembangkan persiapan persalinan serta rencana kesiagaan mengahadapi komplikasi.
4. Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses, menjalankan perawatan puerpurium normal dan merawat anak secara fisik, psikologi dan sosial.
C. Jadwal kunjungan kehamilan
Menurut WHO, kunjungan antenatal untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut :
1. Satu kali kunjungan selama trimester I (mulai konsepsi sampai sebelum minggu 14).
2. Satu kali kunjungan selama trimester II (antara minggu 14-28).
3. Dua kali kunjungan selama trimester III (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36).
Walaupun demikian, disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya dengan jadwal : sampai dengan kehamilan 28 minggu periksa 4 minggu sekali, kehamilan 28-36 minggu perlu pemeriksaan dua minggu sekali, kehamilan 36-40 minggu satu minggu sekali. Bila ada masalah atau gangguan kehamilan ibu segera menemui petugas kesehatan profesional (bidan atau dokter) untuk penanganan lebih lanjut. (Varney, 2003).
D. Standar Pelayanan Antenatal
Standar pelayanan antenatal ada 6, antara lain :
1. Standar 3 : Indentifikasi ibu hamil
Bidan melakukan keunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan motivasi ibu, suami dan anggota keluarga agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur.
2. Standar 4 : Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Bidan memberikan sedikitnya empat kali pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk melihat apakah perkembangan berlangsaung normal.
Bidan harus mengenal kehamilan resiko tinggi / kelainan, khusunya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS/ infeksi HIV; memberikan pelayanan imunisasi, nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas.

3. Standar 5 : Palpasi abdominal
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan; serta bila umur kehamilan bertambah, memeriksa posisi bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke rongga panggul, untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat.
4. Standar 6 : Pengelolaan anemia dalam kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Standar 7 : Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala pre eklampsi lainnya. Serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.
6. Standar 8 : Persiapan persalinan
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ketiga untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman. Serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk bila tiba-tiba terjadi kegawatdaruratan. Bidan hendaknya melakukan kujungan rumah untuk hal ini.
E. Prinsip asuhan kehamilan
1. Sedikitnya 4 kali datang berkunjung selama kehamilan.
2. Mengadakan hubungan atas dasar kepercayaan dengan bidan.
3. Persiapan persalinan yang bersih dan aman.
4. Persiapan kesiagaan menghadapi komplikasi melahirkan.
5. Screening dan pendeteksian penyakit yang ada.
6. Pendeteksian secara dini serta pelaksanaan komplikasi.
7. Setiap kehamilan bisa mengalami resiko.
8. Rencana persiapan persalinan dan tanda-tanda bahaya harus dibahas pada setiap kunjungan.
F. Konsep asuhan kehamilan
1. Anamnesa
Pelaksanaanya dengan mengajukan pertanyaan tentang identitas, lama terlambat menstruasi, tanggal menstruasi terakhir dan keluhan yang berkaitan dengan kehamilan.
2. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan umum yang menilai keadaan umum (sehat, tampak sakit, pucat), pengukuran tekanan darah, nadi, pernafasan, suhu dan kulit (hiperpigmentasi, striae perut, sekitar puting susu).
3. Pemeriksaan khusus
Pemeriksaan khusus meliputi pemeriksaan payudara (pembuluh darah makin banyak, hiperpigmentasi areola mamae, puting makin hitam dan menonjol, payudara makin padat), pemeriksaan leopold, mendengarkan detak jantung janin, dan bila perlu pemeriksaan dalam.
4. Pemeriksaan tambahan
Pemeriksaan tambahan meliputi pemeriksaan dengan USG, rontgen, dan pemeriksaan laboratorium.


DAFTAR PUSTAKA

Hubertin, Sri Purwanti. 2003. “Buku Saku Untuk Bidan”. Jakarta : EGC.
Manuaba, IBG. 1998. “Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan”. Jakarta : EGC.
Prawiroharjo, Sarwono. 2005. “lmu kebidanan”. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.
Saifudin, dkk. 2002. “Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal”. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Salmah, dkk. 2006. “Asuhan Kebidanan Antenatal”. Jakarta : EGC.
Syahlan. 1997. 1996. “Kebidanan Komunitas” . Jakarta : DEPKES RI.
Verralis, Sylvia. 1997. “Anatomi dan Fisiologi Terapan Dalam Kebidanan”. Jakarta : EGC.
Varney, Helen. 2004. “Varney’s Midwifery 3rd”. Bandung : Sekeloa Publisher

Tidak ada komentar:

Posting Komentar